BOGOR – Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum, yang diwakili oleh Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) AHU Andi Yulia Hertaty, menghadiri penutupan Gebyar Pelayanan Publik 100 Jam Nonstop di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Bogor, sebuah gelaran yang sukses memecahkan rekor MURI setelah Mpp Kabupaten Bogor, Ditjen AHU dan berbagai instansi lainnya merampungkan pelayanan maraton tanpa jeda.
Kegiatan penutupan ini menjadi puncak dari rangkaian kerja keras yang berlangsung siang dan malam demi memberikan kemudahan bagi warga Bogor dan sekitarnya. Kehadiran Andi Yulia Hertaty dalam seremonial tersebut mempertegas sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus menjadi bentuk apresiasi langsung atas dedikasi para petugas di lapangan.
Selama pergelaran ini berlangsung, Ditjen AHU mengambil peran aktif dengan membuka gerai layanan hukum dan administrasi mereka selama 100 jam penuh tanpa putus. Langkah berani ini diambil untuk membuktikan bahwa birokrasi masa kini mampu bergerak dinamis dan fleksibel dalam menjawab kebutuhan mendesak masyarakat, bahkan di luar jam kerja konvensional.
Komitmen luar biasa dari seluruh pihak luar biasa ini akhirnya membuahkan hasil manis dengan dianugerahkannya penghargaan dari MURI. Tim MURI mencatat MPP Kabupaten Bogor yang mana salah satunya adalah Tenant Ditjen AHU sebagai pelayanan publik terlama secara berturut-turut di Indonesia, sebuah pencapaian yang mencerminkan kedisiplinan tinggi dari seluruh instansi yang terlibat.
"Keberhasilan memberikan pelayanan 100 jam nonstop ini adalah bukti nyata komitmen negara untuk hadir kapan saja bagi masyarakat. Penghargaan MURI yang diraih MPP Kabupaten Bogor bukan sekadar prestasi di atas kertas, melainkan cerminan dedikasi, kolaborasi, dan energi luar biasa dari seluruh instansi terlibat termasuk Ditjen AHU dalam menghadirkan pelayanan publik yang adaptif, modern, dan tanpa batas," ungkap Andi Yulia Hertaty.
Kesuksesan pelayanan maraton Ditjen AHU ini didukung oleh manajemen operasional yang matang melalui pembagian kerja para petugas secara ketat. Pengaturan ini memastikan bahwa masyarakat yang mengurus dokumen hukum atau administrasi pada dini hari tetap mendapatkan kualitas pelayanan yang sama primanya dengan siang hari.
"Kami berharap esensi dari rekor MURI ini terus melekat dalam jiwa setiap aparatur sipil negara, yaitu semangat untuk selalu berinovasi, bekerja tulus, dan menempatkan kepuasan masyarakat sebagai prioritas tertinggi di atas segalanya," pungkasnya.

Pengumuman Penting