JAKARTA – Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU), Widodo mencatat hingga 12 Februari 2026 terdapat 448 PT Kewirausahaan Sosial (Social Enterprise) yang telah resmi terdaftar pada pangkalan data Ditjen AHU. Hal ini merupakan langkah menuju visi besar Asta Cita yang di gaungkan Presiden Prabowo Subianto yang secara spesifik menekankan pada Misi mendorong kewirausahaan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Kami mencatat hingga saat ini ada 448 PT Kewirausahaan Sosial yang telah resmi terdaftar pada pangkalan Ditjen AHU itu artinya Pemerintah memberikan 'karpet merah' bagi pengusaha sosial’’ Kata Widodo saat membuka Workshop Penguatan Governance, Risk, and Compliance (GRC) bagi para pelaku PT Kewirausahaan Sosial (Social Enterprise) di Jakarta, Rabu (11/03/26).
Widodo mengatakan sebagai wujud dukungan nyata, Kementerian Hukum (Kemenkum) melalui Ditjen AHU telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Hukum Nomor M.HH-1.AH.01.01 Tahun 2024. SE ini kata Dia, sebagai instrumen pengakuan legalitas yang resmi dalam sistem AHU Online bagi pengusaha sosial.
‘’legalitas saja tidak cukup. Untuk tumbuh besar dan dipercaya secara global, PT SE harus memiliki standar tata kelola atau GRC (Governance, Risk, and Compliance). yang kuat,” katanya.
Selain itu. Dirinya menegaskan pelaku PTSE mengedepankan tertib administratif termasuk kepatuhan pelaporan Pemilik Manfaat (Beneficial Ownership/BO). Pasalnya, kepatuhan melaporkan BO adalah instrumen utama untuk membangun kepercayaan (trust) publik dan investor sehingga transparansi BO bahwa PT SE benar-benar dikelola untuk misi dampak, bukan kepentingan pribadi yang tersembunyi karena investor dampak ( Impact investors )dan donor internasional hanya akan masuk ke entitas yang transparan.
“Transparansi adalah mata uang utama dalam kewirausahaan sosial. Investor global dan donor hanya akan melirik entitas yang berani terbuka mengenai siapa pengendali di balik misi sosial mereka untuk itu,” Ucapnya.
‘’Tantangan sosial dan lingkungan tidak bisa diselesaikan oleh negara sendirian kita butuh kolaborasi nyata para pelaku Social Enterprise untuk menggabungkan kekuatan bisnis dengan ketulusan misi sosial ‘’ Pungkasnya.

Pengumuman Penting