
SOLO - Direktorat Jenderal Administrasi Humum Umum (Ditjen AHU) bekerjasama dengan Universitas Sebelas Maret Surakarta selenggarakan kenal profesi hukum dalam rangka Law Festival dengan tema "Langkah Strategis Menuju Generasi Tertib Hukum Yang Berkualitas Dan Budaya Saing Global" di Hotel Aston,Surakarta. Sabtu (2/11/18).
Sekertaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bambang Rantam Sariwanto yang hadir dalam acara itu mengungkapkan bahwa pengetahuan hukum saat ini tidak dapat dipandang dengan sebelah mata. Menurutnya banyak masalah hukum yang terjadi dimasyarakat yang masih belum tertangani dengan baik.
"Dengan demikian peluang profesi yang dilahirkan oleh fakultas hukum sangat terbuka luas" ucap Bambang saat membuka acara.
Dia juga sebut peran teknologi informasi yang tidak dapat dilepaskan dari profesi hukum karena perlu adanya informasi yang berkesinambungan terhadap akses kebutuhan hukum dimasyarakat.
" Mahasiswa harus terus memacu semangat belajar dan menggali pengetahuan hukum agar ilmu hukum yang dimiliki terus bertambah" tutur Bambang.
Bambang juga mengatakan bahwa masalah hukum bukan hanya tanggung jawab pemerintah namun diperlukan sumbangsih dan pemikiran dari kaum akademisi dan semua pakar dan pemikiran hukum demi mewujudkan tata hukum yang berkeadilan dimasyarakat.
"semua elemen masyarakat dan akademisi harus ikut menyumbangkan pemikirannya untuk kebaikan hukum dinegara ini" tutup Bambang.
Sementara itu, Sekertaris Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ses Ditjen AHU) Danan purnomo mengatakan bahwa fakultas hukum harus mampu menciptakan generasi yang siap bersaing dan berintegritas dalam pembangunan hukum dimasyarakat, Dia juga menambahkan dengan kegiatan semacam ini Ditjen AHU berharap mampu membentuk kepedulian terhadap calon sarjana hukum dalam pembangunan hukum yang berkeadilan dan kepatian.
"Inilah sinergitas antara pemerintah dengan intansi pendidikan dan masyarakat" kata Danan.
Danan juga menambahkan Kenal Profesi Hukum atau Law Festival ini merupakan suatu ajang berbagi ilmu dan pengalaman yang diharapkan dapat menjadi panduan dan contoh positif para praktisi dan profesional di bidang hukum kepada generasi muda para mahasiswa di Indonesia.
"Mahasiswa hukum harus bisa menjadi generasi muda yang berkualitas, profesional, mampu berkompetisi di dunia internasional demi kemajuan Negara Republik Indonesia" tutup Danan.
Hakim Mahkamah Konstitusi Prof. Enny Nurbaningsih yang hadir sebagai narasumber dalam acara itu mengatakan mahasiswa fakultas hukum harus menyiapkan profesi hukum sebagai profesi yang sangat mulia,Dia juga berujar kebanyakan mahasiswa tidak fokus dengan profesi apa yang kedepan akan digeluti setelah selesai kuliah.
" kebanyakan mahasiswa hukum fokus menjadi notaris, pengacara dan jaksa atau hakim saja padahal banyak profesi lainnya yang relevan dengan sarjana hukum". Tutupnya.

Pengumuman Penting