
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly melakukan kunjungan kerja ke Malaysia untuk bertemu dengan Jaksa Agung H.E Tommy Thomas. Kunjungan yang dilakukan Yasonna ini merupakan tindaklanjut pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad beberapa waktu lalu terutama terkait kerjasama kedua negara dibidang hukum.
Yasonna mengatakan Kementerian Hukum dan HAM Indonesia melihat komitmen yang kuat antara Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Mahathir Mohamad terkait kerjasama hukum terutama Mutual Legal Assistance (MLA) atau hukum timbal balik. Pertemuannya dengan Jaksa Agung Malaysia ini untuk lebih meningkatkan MLA dan ekstradisi yang sudah berjalan antara Indonesia dengan Malaysia.
"Melihat komitmen kuat kedua pemimpin, saya percaya bahwa kami berdua (Menkumham dan Jaksa Agung Malaysia) memiliki pandangan yang sama bahwa kami harus mengambil kesempatan ini untuk memperkuat kerja sama di bidang-bidang yang termasuk dalam tanggung jawab kami masing-masing, yaitu kerja sama penegakan hukum internasional," kata Yasonna di Malaysia, Rabu (29/8/2018).
"Saya sangat menantikan untuk memajukan kerjasama kami dan forum yang akan datang dari Pertemuan Menteri Hukum se-ASEAN (ALAWMM) yang akan diselenggarakan di Laos pada bulan Oktober tahun ini," ujarnya.
Dia menjelaskan Kementerian Hukum dan HAM Indonesia selalu percaya semua kerberhasilan kerja sama penegakan hukum internasional terletak pada komitmen negara-negara untuk bekerja sama dalam mencari solusi dari perbedaan sistem hukum. Komitmen Kementerian Hukum dan HAM Indonesia dalam memerangi kejahatan trans nasional yang cenderung berkembang pesat dan menjadi ancaman bagi Indonesia dan Malaysia akan mendorong untuk selalu menemukan cara untuk memastikan bahwa perbedaan sistem hukum tidak boleh menghambat efektivitas dan keberhasilan kerja sama tersebut.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Jaksa Agung Malaysia atas komitmen untuk menangani permintaan untuk mempertimbangkan permintaan baru-baru ini terhadap kasus pencucian uang. Saya memahami pejabat kementerian saya mengadakan pertemuan yang bermanfaat kemarin dengan para pejabat Kejaksaan Agung Malaysia," jelasnya.
Yasonna juga menyampaikan dirinya baru saja mendapat kehormatan untuk bisa bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad dan memberikan selamat atas keterpilihannya lagi sebagai Perdana Menteri. Indonesia, kata dia, sangat optimis di bawah kepemimpinan Mahathir Mohamad hubungan antara Indonesia dan Malaysia bisa maju ke tahap yang lebih tinggi lagi.
"Kepercayaan kita akan masa depan yang positif antara Indonesia dan Malaysia didukung oleh fakta bahwa negara ASEAN pertama yang dikunjungi oleh Perdana Menteri Mahathir adalah Indonesia. Baik Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Mahathir membahas sejumlah masalah kepentingan bersama dan muncul dengan komitmen yang kuat untuk bekerja sama dalam isu-isu seperti mengatasi larangan Uni Eropa pada ekspor minyak sawit, perlindungan warga negara Indonesia di Malaysia, perang melawan korupsi dan batas maritim," ungkapnya.
Lebih jauh, Yasonna juga menyampaikan salah satu isu menjadi perhatian Presiden Jokowi yakni nasib Siti Aisyah, pekerja migran yang dituduh membunuh kakak Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Nam. Kasus ini sendiri masih dalam tahap persidangan di Malaysia.
"Saya sangat yakin bahwa pada awalnya kami sangat optimis bahwa tidak ada banyak bukti yang bisa membuktikan keterlibatan Aisyah dalam kasus pembunuhan tersebut," tambahnya.

Pengumuman Penting