
Yogyakarta – Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum melalui Subdit Partai Politik bekerjasama dengan Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discusion dengan tema “ Redesain Kelembagaan Partai Politik yang efektif dan demokratis ”, acara yang dilaksanakan di Hotel sartika premier Jogjakarta ini di buka oleh Kasubdit Pewarganegaraan Josi Besar Sugiarto dan dihadiri oleh stakeholder, Akademisi Bawaslu DIY serta praktisi di bidang partai politik. (09/05)
Dalam Sambutannya Josi Besar Sugiarto menyatakan bahwa tujuan utama diadakannya kegiatan ini adalah memberikan pemikiran yang Ilmiah terkait pelembagaan partai politik yang ideal, karena partai politik sebagai media dan wahana masyarakat dalam menyalurkan aspirasi politiknya yang dianggap memiliki peran penting bagi keberlangsungan pengelolaan negara. Peran partai politik juga sangat besar dalam proses dinamis perjuangan nilai dan kepentingan (values and interest) dari konstituen yang diwakilinya untuk menentukan kebijakan dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Partai politik juga berperan sebagai perantara yang menghubungkan antara warga negara dengan institusi - institusi kenegaraan, hal inilah yang kemudian memberikan gambaran tentang begitu pentingnya peran partai politik dalam negara demokrasi.
‘’ Partai politik merupakan sarana bagi warga negara untuk turut serta atau berpartisipasi dalam proses pengelolaan negara. Partai politik umumnya didefinisikan sebagai organisasi artikulatif yang terdiri atas pelaku-pelaku politik yang aktif dalam masyarakat. Biasanya, mereka memusatkan perhatian pada persoalan kekuasaan pemerintah dan bersaing untuk memperoleh dukungan rakyat guna menempati kekuasaan politik’’. Tambahnya
Dalam Pelaksanaannya partai politik harus Melembagakan Partainya. Pelembagaan partai politik merupakan proses pemantapan sikap dan perilaku partai politik, yang terpola dan sistemik dalam membentuk suatu budaya politik yang mendukung prinsip-prinsip dasar sistem demokrasi. Partai politik yang tidak terlembaga dengan baik, tidak akan bisa bertahan lama dalam dan rentang ditinggalkan para kader dan pendukungnya. Oleh karena itu organisasi yang berkembang dan semakin melembaga cenderung mengalami proses depersonalisasi, dimana orang dalam maupun orang luar dari organisasi sama-sama menyadari dan memperlakukan organisasi yang bersangkutan sebagai institusi dan tidak dicampuri dengan kepentingan pribadi.
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pandangan berfikir bagi pemangku kepentingan partai politik, dan selalu mengedepankan kepentingan organisasinya, tertib administrasi agar tidak ditinggalkan oleh anggota dan pendukungnya, serta lebih dapat memperkuat pelembagaan Organisasi partai politiknya agar dapat bersama – sama membangun demokrasi. (Syamsul TN).

Pengumuman Penting